Batik Pola Parang dan Lereng

Published April 23, 2011 by umzaragallery

Pola Parang dan Lereng
Pola parang dan lereng adalah pola batik geometris berupa pola garis miring dengan kemiringan 45°. Perbedaan prinsip pola parang dan lereng adalah pada ragam hias penyusunnya, untuk pola parang selalu mengandug ragam hias mlinjon, sedangkan untuk pola lereng tidak ada ragam hias mlinjon.

Parang Barong

Pola Parang Barong merupakan salah satu cikal bakal berkembangnya pola parang-parang lainnya. Pola Parang Barong muncul kurang lebih pada abad ke XVI atau sebelum bardirinya kerajaan Mataram Kartosuro. Kata Parang merupakan perubahan dari kata “pereng” atau tebing, yang juga disebut “lereng”.
Karena penciptanya adalah raja pendiri kerajaan Mataram maka di lingkungan keraton pola parang tersebut hanya diperkenankan dipakai oleh raja dan keturunannya, sehingga disebut dengan “Batik Larangan”, untuk lingkungan keraton, motif ini tidak boleh dipakai oleh orang kebanyakan selain Raja dan keturunannya.
Parang Barong biasa dikenakan oleh Sultan/ Raja sebagai kain kebesaran yang bermakna kekuasaan serta kewibawaan seorang raja.
Pola Parang Barong merupakan modifikasi dari pola Parang Rusak dengan ukuran motif utama berukuran 12-15 cm dengan penataan menerapkan ragam mlinjon berasal dari kata mlinjo (tanaman mlinjo) merupakan simbol merakyat. Selain itu ujung ragam hias utamanya terdapat ragam hias “uceng”, yang merupakan ragam hias “uceng” yaitu sliliran dari bunga mlinjo.

Parang Golang Galing seling Sisik

Golang Galing berasal dari kata kolang kaling adalah buah aren jenis palma. Motif ini termasuk dalam pola lereng yang merupakan perwujudan rasa syukur atas kesuburan yang dianugerahkan oleh Tuhan Yang Maha Esa untuk kehidupan manusia. Pohon Aren adalah salah satu pohon yang semua bagian dari akar sampai daun termasuk getahnya dapat dimanfaatkan.

Parang Baris

Pola Parang Baris menggambarkan suatu keadaan yang teratur atau simetris, taat akan aturan yang ada sehingga merupakan satu kesatuan yang terpimpin.

Parang Bolodewo


Pola parang Bolodewo, adalah upaya pengembangan pola parang. Bolodewo adalah tokoh dalam dunia wayang yaitu Raja Mandura, yang mempunyai sifat tegas, dan pemberani dan jujur. Jadi pola Parang Bolodewo dimaksudkan untuk menampilkan sosok yang tegas dan pemberani yang dilandasi atas kejujuran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: